Search

Mobil Hybrid Bikin Kantong Jebol? Cek Faktanya di Sini

Mobil Hybrid Bikin Kantong Jebol? Cek Faktanya di Sini

Jakarta, CNBC Indonesia- Kendaraan hybrid bukan hal yang baru di industri otomotif tanah air. Brand yang pertama kali memperkenalkan teknologi hybrid di dunia yakni Toyota, dan membawa teknologi ini ke Indonesia pada 2009.

Dalam perkembangannya teknologi hybrid masih kurang populer di Indonesia dibandingkan mobil konvensional pada umumnya. Teknologi hybrid dianggap masih belum umum, dan dianggap teknologi tinggi pada kendaraan.

Secara umum konsumen Indonesia rata-rata membutuhkan efisiensi bahan bakar, performa dalam berkendara, ramah lingkungan, dan perawatan yang mudah serta terjangkau.


Banyak yang merasa khawatir teknologi hybrid kurang kuat dan minim dalam pengalaman. Padahal, semua ini bisa didapatkan dari teknologi hybrid.
Pertama dari efisiensi bahan bakar, berbeda dengan mobil combustion engine, teknologi hybrid memiliki dua sumber penggerak. Pada umumnya mesin konvensional dan motor listrik, dianggap lebih masuk akal untuk situasi Indonesia pada saat ini.

Jika mobil biasa kehabisan bahan bakar, maka yang harus dilakukan adalah mencari SPBU terdekat untuk melakukan pengisian. Pada kendaraan hybrid memiliki jarak tempuh yang tidak terbatas dan tidak diperlukan charging listrik ke baterai, seperti mobil listrik.

Pada sistem kerja mobil hybrid, jika salah satu sumber penggerak bermasalah, misalnya kekurangan sumber energi, maka sumber penggerak lainnya bisa diandalkan agar mobil tetap sanggup digunakan. Selain itu, jika dikombinasikan dengan mesin, maka efisiensinya bisa mencapai 70%.

Adanya dua sumber penggerak ini membuat sistem kerja kendaraan hybrid bisa lebih irit bahan bakar ketimbang mobil konvensional. Artinya emisi gas buang pada kendaraan hybrid pun bisa menjadi lebih rendah dibandingkan mobil konvensional.

Kedua, performa dalam berkendara, dalam pengalaman berkendara mobil hybrid tidak perlu diragukan. Akselerasi pada mobil hybrid untuk 0-50 kilometer per jam sekitar 4,12 detik, dan pada 30-60 km per jam akselerasi kendaraan yakni 3,78 detik, jauh lebih cepat dibandingkan kendaraan konvensional.

Ketiga, kenyamanan. Pada mobil hybrid lebih dari 50% kondisi mengemudi didukung oleh baterai. Pada kondisi jalan kota hal ini membuat mesin lebih sunyi, dibandingkan dengan mobil konvensional.

Keempat, berdampak positif pada lingkungan. Teknologi hybrid juga membuat emisi buang dari kendaraan lebih rendah 60% dibandingkan combustion engine. Emisi kendaraan konvensional biasanya mencapai 140-150 gram karbon dioksida (CO2) per kilometer (km), sementara pada kendaraan hybrid hanya 92-95 gram CO2 per km.

Selain kekhawatiran pada performa, konsumen juga mengkhawatirkan perawatan mobil hybrid yang dikira mahal, kesiapan aftersales, dan kemampuan baterai.

Meski performa teknologi hybrid unggul dibandingkan mobil konvensional, namun perawatannya semudah mobil pada umumnya. Konsumen bisa melakukan perawatan rutin ke bengkel-bengkel resmi terdekat.


Untuk kendaraan hybrid keluaran Toyota misalnya, pemilik mobil hybrid bisa mendapatkan kemudahan fasilitas di bengkel resmi Toyota di seluruh Indonesia. Spareparts yang terjamin keasliannya, teknisi tersertifikasi, garansi yang diberikan 3 tahun untuk kendaraan atau 100 ribu km, dan 5 tahun atau 150 ribu km untuk baterai. Artinya usia kendaraan dan baterai bisa dipakai lebih dari waktu garansi tersebut.

Satu hal yang menjadi keunggulan mobil hybrid yang kadang dilupakan, Ini adalah cara sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk mengurangi polusi.

(dob/dob)

Halaman Selanjutnya >>>>




Bagikan Berita Ini

0 Response to "Mobil Hybrid Bikin Kantong Jebol? Cek Faktanya di Sini"

Post a Comment

Powered by Blogger.