Search

Minim Proyek Baru, Laba Intiland Ambles 95%

Minim Proyek Baru, Laba Intiland Ambles 95%

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 23,4% pada triwulan III-2019 menjadi Rp1,9 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, Intiland mengantongi pendapatan Rp2,4 triliun.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih perusahaan terkoreksi 94,71% menjadi Rp 6,5 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 122,9 miliar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan, penurunan kinerja usaha perseroan tak lepas dari adanya perubahan kondisi pasar properti saat ini. Selain itu, perseroan juga tidak banyak meluncurkan proyek terbaru.


Kondisi ini berdampak pada kinerja perseroan yang sebagian besar portofolio produk di segmen pengembangan mixed-use & high rise dan perumahan yang menyasar pasar menengah ke atas.

Selain itu, adanya katalis penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia juga belum cukup menggairahkan sektor properti.

"Kami di tahun ini tidak banyak meluncurkan proyek baru. Beberapa proyek baru yang kami luncurkan hampir seluruhnya adalah produk residensial yang menyasar segmen pasar menengah ke atas," ungkap Archied, dalam keterangan pers, Selasa (29/10/2019).

Hingga September 2019, segmen pengembangan mixed-use & high rise tercatat memberikan kontribusi pendapatan usaha paling besar mencapai Rp 858 miliar, atau 46,3% dari keseluruhan.

Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp 472,2 miliar atau 25,5%. Adapun, segmen pengembangan kawasan industri memberikan kontribusi sebesar Rp62,4 miliar, atau 3,4%.

Sementara itu, segmen properti investasi yang merupakan sumber recurring income tercatat membukukan Rp 461,7 miliar, atau 24,9% dari keseluruhan. Pendapatan usaha dari segmen ini meningkat 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Intiland, kata dia, terus meningkatkan kontribusi recurring income. "Peningkatan kontribusi dari penyewaan ruang perkantoran dan ritel menjadi prioritas untuk memperbesar pendapatan usaha yang bersumber dari recurring income," ungkap Archied.

Pada penutupan perdagangan Selasa (29/10/2019), harga saham DILD terpantau melemah 0,60% ke level Rp 334 per saham. Tapi, bila dilihat sepanjang tahun berjalan, saham DILD menguat 8,44%. Pada periode yang sama, pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih Rp 177,64 miliar di seluruh pasar.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)

Halaman Selanjutnya >>>>




Bagikan Berita Ini

0 Response to "Minim Proyek Baru, Laba Intiland Ambles 95%"

Post a Comment

Powered by Blogger.