Search

GMF Kembangkan Sayap Dari Australia Sampai Afrika

GMF Kembangkan Sayap Dari Australia Sampai Afrika

Tangerang, CNBC Indonesia- Setelah mengembangkan bisnis maintenance, repair, overhaul (MRO) di Batam, Kepulauan Riau, PT GMF AeroAsia Tbk. (GMFI) berencana untuk masuk ke pasar baru di benua Australia dan Afrika.

Pengembangan bisnis itu ditujukan untuk memperoleh pendapatan devisa yang saat ini 75% masih lari ke luar negeri.

Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar Marta Kurniawan mengatakan perusahaan terus meningkatkan portofolio pendapatan dari luar pihak afiliasi dengan merambah ke pasar internasional. Hingga Juni 2019 lalu, pendapatan perusahaan dari luar grup mencapai 49% dari total pendapatan dan ditargetkan untuk terus meningkat.

"Tahun ini baru bisa menambah costumer 21% dari luar negeri, mayoritas di ariframe maintenance. Jadi harus terus meningkatkan kapasitas dan mencari lokasi baru untuk menambah line operasi," kata Tazar di Garuda City Center, Kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (29/8/2019).

Rencana perusahaan adalah merambah bisnis MRO ke wilayah barat Afrika, setelah dilakukannya forum dialog infrastruktur Indonesia-Afrika beberapa waktu lalu. Menurut Tazar, dengan pengembangan bisnis ke wilayah Afrika akan membuka kesempatan perusahaan untuk memelihara pesawat-pesawat yang berasal dari perusahaan penerbangan Amerika dan Eropa.

Tazar, yang baru ditetapkan sebagai Direktur Utama GMF sejak hari ini optimis inisiasi merambah pasar Afrika ini bisa dimulai di tahun depan.

"Afrika potensial buat ekspansi, sasarannya narrow body dan white body di pasar Middle East dan Afrika coba ditangkap. Kenapa Afrika? Karena operational cost di sana masih lebih rendah, karena sudah ada man power jadi bisa dijamin untuk pertumbuhan," terang dia.

Paling dekat adalah pengembangan bisnis MRO di Timur Tengah, tepatnya di Dubai South sebuah kawasan ekonomi di Uni Emirat Arab. Dia masih enggan menyebut akan berpartner dengan siapa, yang jelas nantinya kedua perusahaan akan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV).

Dia menjelaskan, bulan depan kedua pihak akan memfinalisasi rencnaa perusahaan JV tersebut. Kedua perusahaan akan memiliki porsi berbeda, partner ini nantinya akan menyediakan hanggar untuk operasional, sedang GMF akan menyediakan dari sisi man power yang akan merawat pesawat-pesawat yang menjadi costumer nantinya.


Selanjutnya, pengembangan ke pasar Australia juga tak terelakkan. Dia menyebut tengah menyelesaikan periljinan untuk bisa masuk ke jasa line maintenance di salah satu bandara di benua tersebut.

"Saat ini izinnya sedang diurus, akhir tahun ini selesai," imbuh dia.

(dob)

Halaman Selanjutnya >>>>




Bagikan Berita Ini

0 Response to "GMF Kembangkan Sayap Dari Australia Sampai Afrika"

Post a Comment

Powered by Blogger.